Review Artikel Website UNS


Review Artikel Website UNS:
 UPT Perpustakaan UNS Gelar Kelas Literasi Informasi
 Februari 2020

 


A.    Latar Belakang
Dalam era revolusi industri 4.0, kemampuan literasi saat ini sangatlah diperlukan guna UPT Perpustakaan memproses informasi yang diperoleh agar tidak termakan oleh berita bohong atau hoax dan menghasilkan sesuatu yang berkualitas dari proses literasi itu sendiri. Menyikapi hal tersebut, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kelas literasi informasi bertajuk How to Access e-Resources (e-Journal, e-Book, Digital Library, etc.) di Ruang Werkudara Perpustakaan UNS pada Kamis (6/2/2020).

B.    Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui pentingnya kelas literasi informasi bagi mahasiswa Universitas Sebelas Maret terkait pembuatan karya ilmiah yang cenderung menggunakan e-journal ataupun e-book ketimbang hard book.

C.    Pembahasan
Pada workshop kelas literasi informasi yang diadakan oleh UPT perpustakaan Universitas Sebelas Maret di Ruang Werkudara Perpustakaan ini, dihadiri oleh beberapa pemateri, diantaranya, Bambang Hermanto, S.Pd., M.IP, Sri Anawati, S.IP., M.IP, Sri Utari, S.E., M.A dan Riah Wiratningsih, S.S., M.Si.
Pada materi pertama disampaikan oleh Bambang Hermanto, S.Pd., M.IP mengenai gambaran umum jurnal yang sering diakses oleh mahasiswa. Selanjutnya, dipaparkan pula materi teknis seperti deskripsi-deskripsi jurnal, cara masuk dan mengakses suatu jurnal, dan digital library UNS oleh Sri Anawati, S.IP., M.IP. Dan materi terakhir dari workshop kelas literasi informasi ini adalah langkah-langkah bagaimana cara mengakses jurnal Scopus, materi power point tersebut disusun oleh Sri Utari, S.E., M.A dan Riah Wiratningsih, S.S., M.Si.
Sementara itu, workshop ini dihadiri oleh bermacam-macam peserta. Peserta yang hadir dalam acara ini berasal dari para akademisi, diantaranya terdapat mahasiswa dari S1, Pascasarjana, bahkan S3 yang turut hadir untuk menyimak paparan materi yang disajikan oleh pemateri dengan saksama.
Menurut Kepala UPT Perpustakaan UNS, Burhanudin Harahap, Ph.D menyatakan bahwa sekarang ini karya ilmiah lebih cenderung mengarah ke arah e-jounal dan e-book meski pun hard book samapi sekarang belum bisa ditinggalkan, tetapi orientasinya lebih sedikit dibandingkan keduanya. Disamping itu, mahasiswa diharuskan mahir betul secara teknis, prosedur mengakses e-book atau e-journal secara cepat, tepat, dan akurat. Kalau pun tidak ada workshop kelas literasi informasi ini misalnya, kadang-kadang mahasiswa hanya trial dan error.
Bagi mahasiswa pascasarjana khususnya yang mendapat beasiswa UNS, mereka dituntut untuk menghasilkan publikasi jurnal-jurnal di jurnal terindeks Scopus yang terkenal susah, lama, dan mahal. Ditambah isu-isu bahwa jurnal Scopus dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Bagi mahasiswa S1, nama Scopus mungkin terdengar sedikit asing. Scopus adalah salah satu database (pusat data) sitasi / literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier.  Scopus mengandung kurang lebih 22.000 judul dari 5.000 penerbit, 20.000 di antaranya merupakan jurnal tertelaah sejawat di bidang sains, teknik, kedokteran, dan ilmu sosial (termasuk kesenian dan humaniora).
Dimana apabila jurnal-jurnal mahasiswa dapat terdaftar di Scopus, mahasiswa tersebut akan dianggap prestisius dan memperoleh suatu kebanggaan.
Oleh karena itu, kelas literasi informasi ini sangatlah bermanfaat dan menghimbau mahasiswa untuk lebih berhati-hati ketika hendak mengirimkan artikel ke situs jurnal-jurnal.
Pada akhir sesi diadakan pula sesi tanya-jawab untuk lebih memahamkan hadirin mengenai materi yang perlu pemahaman yang lebih dan dirasa kurang jelas.

D.    Kesimpulan
    Kelas literasi informasi berperan penting untuk lebih memahamkan mahasiswa perihal akses-mengakses e-jurnal maupun e-book agar menunjang kegiatan akademis mereka. 

Komentar