Review Artikel Website UNS
Review Artikel Website UNS:
UPT Perpustakaan UNS Gelar Kelas Literasi Informasi
7 Februari 2020

[K4519041] Lulu Nur Fajri - Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan
A. Latar Belakang
Dalam era revolusi industri 4.0,
kemampuan literasi saat ini sangatlah diperlukan guna UPT Perpustakaan memproses informasi yang
diperoleh agar tidak termakan oleh berita bohong atau hoax dan menghasilkan
sesuatu yang berkualitas dari proses literasi itu sendiri. Menyikapi hal
tersebut, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan
kelas literasi informasi bertajuk How to Access e-Resources (e-Journal, e-Book,
Digital Library, etc.) di Ruang Werkudara Perpustakaan UNS pada Kamis
(6/2/2020).
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui
pentingnya kelas literasi informasi bagi mahasiswa Universitas Sebelas Maret
terkait pembuatan karya ilmiah yang cenderung menggunakan e-journal ataupun
e-book ketimbang hard book.
C. Pembahasan
Pada workshop kelas literasi informasi
yang diadakan oleh UPT perpustakaan Universitas Sebelas Maret di Ruang
Werkudara Perpustakaan ini, dihadiri oleh beberapa pemateri, diantaranya, Bambang
Hermanto, S.Pd., M.IP, Sri Anawati, S.IP., M.IP, Sri Utari, S.E., M.A dan Riah
Wiratningsih, S.S., M.Si.
Pada materi pertama disampaikan oleh
Bambang Hermanto, S.Pd., M.IP mengenai gambaran umum jurnal yang sering diakses
oleh mahasiswa. Selanjutnya, dipaparkan pula materi teknis seperti
deskripsi-deskripsi jurnal, cara masuk dan mengakses suatu jurnal, dan digital
library UNS oleh Sri Anawati, S.IP., M.IP. Dan materi terakhir dari workshop
kelas literasi informasi ini adalah langkah-langkah bagaimana cara mengakses
jurnal Scopus, materi power point tersebut disusun oleh Sri Utari, S.E., M.A
dan Riah Wiratningsih, S.S., M.Si.
Sementara itu, workshop ini dihadiri oleh bermacam-macam
peserta. Peserta yang hadir dalam acara ini berasal dari para akademisi,
diantaranya terdapat mahasiswa dari S1, Pascasarjana, bahkan S3 yang turut
hadir untuk menyimak paparan materi yang disajikan oleh pemateri dengan
saksama.
Menurut Kepala UPT Perpustakaan UNS, Burhanudin Harahap, Ph.D
menyatakan bahwa sekarang ini karya ilmiah
lebih cenderung mengarah ke arah e-jounal dan e-book meski pun hard book
samapi sekarang belum bisa ditinggalkan, tetapi orientasinya lebih sedikit dibandingkan
keduanya. Disamping itu, mahasiswa diharuskan mahir betul secara teknis,
prosedur mengakses e-book atau e-journal secara cepat, tepat, dan akurat. Kalau pun tidak ada workshop kelas literasi informasi
ini misalnya, kadang-kadang mahasiswa hanya trial dan error.
Bagi mahasiswa pascasarjana khususnya yang mendapat
beasiswa UNS, mereka dituntut untuk menghasilkan publikasi jurnal-jurnal di
jurnal terindeks Scopus yang terkenal susah, lama, dan mahal. Ditambah isu-isu
bahwa jurnal Scopus dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Bagi mahasiswa S1, nama Scopus mungkin terdengar sedikit
asing. Scopus adalah salah satu database (pusat data) sitasi / literatur ilmiah yang dimiliki
oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus
mengandung kurang lebih 22.000 judul dari 5.000 penerbit, 20.000 di antaranya
merupakan jurnal tertelaah sejawat di bidang sains, teknik, kedokteran, dan ilmu sosial
(termasuk kesenian dan humaniora).
Dimana apabila jurnal-jurnal mahasiswa dapat terdaftar di
Scopus, mahasiswa tersebut akan dianggap prestisius dan memperoleh suatu
kebanggaan.
Oleh karena itu, kelas literasi informasi ini sangatlah
bermanfaat dan menghimbau mahasiswa untuk lebih berhati-hati ketika hendak
mengirimkan artikel ke situs jurnal-jurnal.
Pada akhir sesi diadakan pula sesi tanya-jawab untuk
lebih memahamkan hadirin mengenai materi yang perlu pemahaman yang lebih dan
dirasa kurang jelas.
D. Kesimpulan
Kelas literasi
informasi berperan penting untuk lebih memahamkan mahasiswa perihal akses-mengakses
e-jurnal maupun e-book agar menunjang kegiatan akademis mereka.
Komentar
Posting Komentar